Pengembangan Aplikasi Konversi ICD-10 ke SNOMED CT untuk Pembelajaran Pengkodean Diagnosis Penyakit Pernapasan

Authors

  • Wahyu Nurhaya Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya
  • Elfi Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya
  • Totok Subianto Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya
  • Lina Khasanah Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya

Keywords:

ICD-10, SNOMED CT, pengkodean diagnosis, penyakit pernapasan, media pembelajaran

Abstract

Pengkodean diagnosis merupakan bagian penting dalam sistem informasi kesehatan karena berpengaruh terhadap kualitas data klinis, pelaporan statistik, dan pembiayaan pelayanan kesehatan. Di Indonesia, pengkodean diagnosis masih mengacu pada International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) yang bersifat administratif dan memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan detail klinis. Sementara itu, Systematized Nomenclature of Medicine – Clinical Terms (SNOMED CT) menyediakan terminologi klinis yang lebih komprehensif dan mendukung interoperabilitas data kesehatan. Pada penyakit pernapasan yang memiliki variasi diagnosis luas, dibutuhkan media pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa memahami proses konversi kode ICD-10 ke SNOMED CT secara tepat. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan sistem Waterfall yang dibatasi hingga tahap implementasi dan pengujian. Aplikasi yang dikembangkan merupakan prototipe konversi kode ICD-10 Bab X (J00–J99) ke SNOMED CT berbasis web. Pengujian fungsionalitas dan uji kelayakan sebagai media pembelajaran aplikasi dilakukan menggunakan metode Black Box Testing kepada 10 mahasiswa Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.

Downloads

Published

2026-05-27

Issue

Section

##section.default.title##